Kisah beo membongkar rahasia

KISAH SI BEO MEMBONGKAR

RAHASIA

Ibu Herow pergi ke toko hewan dan melihat burung Beo yang indah. Harganya 50

ribu. “Kok murah?” tanya ibu Herow pada pemilik toko.

Si pemilik toko menjawab, “Beo ini dulunya dipelihara di rumah bordil Sarkem jadi

sering ngomong jorok, makanya ga ada yang mau beli”.<=-P

Ibu Herow berpikir sejenak kemudian memutuskan untuk membeli burung yang

indah itu. Ia membawa pulang dan menaruh sangkarnya di ruang tamu.@>–

Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat ibu Herow, ia berkata, “Rumah

baru, germo baru” . Ibu Herow kaget tapi tidak marah karena menganggapnya lucu.

Saat anak gadis ibu Herow pulang dari sekolah, burung itu melihatnya dan berkata,

“Perek baru… pelacur baru”.: Si anak gadis dan ibu Herow merasa sedikit

tersinggung tapi akhirnya bisa mengerti. Toh hanya ocehan burung

Beberapa saat kemudian suami ibu Herow pulang dari kantor. Burung itu melihatnya

dan berkata, “Ciluk ba…! Halo om Herow… om Herow… Kita ketemu lagi….!”

ː̗̀(☉,☉)ː̖́=))=D

Langganan lama.. Langganan lamaaaaaaa… hahhahahha….”

Si ibu langsung teriak : “oh alah si baaapaakkk..!!!”

Pak Herow : “………. #87z*z))?vVxxxqx….”

Jangan menyombongkan diri dapat menyimpan rahasia, apalagi rahasia buruk,

karena suatu saat rahasia itu pasti akan terbongkar. Allah Maha Tahu dan akan

memberitahukan rahasia seseorang dengan cara yang tidak disangka-sangka,

bahkan melalui ocehan seekor burung beo..

“Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka

rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai

orang-orang yang sombong.” (QS An Nahl : 23)

Kelebihan ember bocor

KELEBIHAN EMBER BOCOR…

Seorang ibu tinggal bersama 2 orang anaknya di tempat yang sulit air. Setiap hari

kedua anaknya membantu mengambil air di tempat bibinya di daerah lain yang

banyak memiliki air.

Ibu itu hanya memiliki 1 ember yang masih utuh dan 1 ember lainnya sedikit bocor.

Untuk mengambil air si Kakak memakai ember yang utuh, sedangkan si Adik

memakai ember yang sedikit bocor itu.

Bertahun-tahun mereka membantu ibunya mengambil air, hingga tiba saat keduanya

meninggalkan ibunya untuk merantau. Sebelum pergi, keduanya berpamitan kepada

ibudan bibinya si pemilik air.

Si Kakak merasa bangga telah membantu ibunya mengambilkan air yang selalu

penuh sehingga mencukupi kebutuhan keluarga. Si Adik sebaliknya, ia merasa sedih

karena air yang dibawanya tidak pernah penuh karena ember yang digunakannya

sedikit bocor.

Ibunya berkata kepada si Adik yang nampak kurang bahagia, “Kalian berdua sudah

cukup membantu ibu. Kakakmu sudah bekerja keras sehingga sukses membantu

kebutuhan keluarga. Kamu pun sudah bekerja cerdas sehingga bukan saja

menambah kecukupan air, tapi juga menambah penghasilan keluarga”

Bibinya melanjutkan, “Ketahuilah nak, benih tumbuhan yang kamu sebar di

sepanjang jalan yang kamu lewati saat mengambil air banyak menghasilkan bunga

dan buah. Hasilnya telah dijual dan kuberikan kepada ibumu untuk biaya hidup dan

sedikit bekal merantau kalian berdua”

Pesan moralnya adalah : Semua orang mempunyai kelebihan namun janganlah

membuatnya terlalu bangga karena boleh jadi orang yang dinilai lebih rendah justru

lebih sukses. Kekurangan pun tidak perlu disesalkan apa lagi membuat sedih karena

setiap ada kekurangan di satu sisi pasti diberikan kelebihan di sisi yang lain yang

tidak didapatkan oleh orang yang berkelebihan.

“Tiada seorang mukmin yang mengalami kesusahan terus menerus, kepayahan,

penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kepada kesusahan yang

menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan hal itu dosa-dosanya”. (HR.

Muslim)

Jangan kalah sama binatang

Jangan kalah sama binatang…

Seorang raja memiliki 10 ekor anjing ganas yang dipakai untuk menghukum siapa pun yang

dinilai bersalah. Suatu hari seorang menteri berbuat salah dan akan dimasukkan ke kandang

anjing ganas yang akan mencabik-cabik siapapun yang dimasukkan ke dalam kandang.

Sang menteri berkata: “Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi paduka

tega menghukumku begini hanya karena sebuah kesalahan. Atas pengabdianku selama ini

saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja”. Sang Raja pun mengabulkannya.

Sang menteri bergegas menuju kandang anjing ganas tersebut dan meminta ijin kepada

penjaga untuk mengurus anjing²nya. Ketika ditanya alasannya, sang menteri menjawab:

“Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu”. Si penjaga pun mengijinkan.

Tibalah saat eksekusi. Sang menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas. Sang Raja kaget

melihat anjing² itu jinak pada menterinya, maka dia bertanya : “Apa yang kamu lakukan pada

Sang menteri menjawab: “Selama 10 hari saya mendekati, memberi makan bahkan akhirnya

bisa memandikan anjing² tersebut”. Sang menteri diam sejenak, kemudian melanjutkan,

“Saya telah mengabdi pada anjing² ini selama 10 hari dan mereka tidak melupakan jasa saya.

Saya telah mengabdi pada paduka selama 10 tahun, tapi paduka tega menjatuhkan hukuman

Terharulah sang Raja, meleleh air matanya lalu sang menteri pun dimaafkan dan dibebaskkan

dari hukuman. Sang menteri mengingatkan kepada Raja dan kita semua agar selalu

mengingat kebaikan orang lain dan memaafkan kesalahannya, apa lagi kesalahan tersebut

bukan sebuah kesengajaan.

“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak

mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya” (HR. Bukhari).

Harta karun

HARTA KARUN

Kekayaan Bill Gates yang dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia pada tahun

2014 adalah sebesar 76 miliar dollar AS, tapi ini tidak ada apa2nya dibandingkan

dengan kekayaan Karun. Kekayaan Karun sangat melimpah ruah sehingga untuk

menyimpan hartanya itu memerlukan kunci2 yang sangat berat dan harus dipikul

oleh sujumlah orang yang kuat2.

Karun sangat bangga dengan kekayaannya dan merasa itu berkat kemampuannya

semata. Orang2 berkata, “Hai Karun, janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya

Allah tidak menyukai orang2 yang terlalu membanggakan diri” Jawab Karun, “Aku

diberi harta karena ilmu yang ada padaku”

Orang2 kebanyakan sependapat dengan jawaban Karun, bahkan berharap bisa

kaya seperti Karun. Orang2 berilmu sebaliknya, mereka berkata, “Kecelakaan besar

bagimu Karun, pahala orang2 yang beriman dan beramal shaleh lebih baik daripada

harta”

Ternyata Allah membenarkan pendapat orang2 berilmu dengan membenamkan

seluruh harta yang dimiliki Karun ke dalam bumi. Orang2 yang dahulunya

sependapat dengan Karun jadi tersadar bahwa kekayaan itu anugerah Allah yang

dilimpahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya terutama kepada orang2 yang

tidak mengingkari nikmat-Nya.

“Dari Ibnu Mas’ud ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‘Tidak boleh ada

cita-cita untuk mendapatkan nikmat seperti orang lain kecuali dalam dua hal yaitu

terhadap seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah kemudian ia pergunakan untuk

membela kebenaran, dan terhadap seseorang yang dikaruniai ilmu pengetahuan

kemudian ia mengamalkan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Coklat, Al Qur’an dan dakwah

COKLAT, AL QUR’AN DAN DAKWAH

Jad adalah seorang anak berusia 10 tahun dan beragama Yahudi. Setiap kali

berbelanja ke toko milik Ibrahim yang beragama Islam, Jad selalu mencuri

coklat.Suatu saat Jad lupa mengambil coklat seperti biasanya sehingga Ibrahim

memanggilnya dan berkata bahwa Jad melupakan coklatnya.

Jad sangat terkejut karena selama ini ternyata Ibrahim tahu perbuatanya. Jad

meminta maaf dan Ibrahim pun memaafkan bahkan berkata, “Setiap kali kamu

keluar dari sini, ambilah coklat. Semua itu milik kamu” Kejadian ini membuat Jad

dekat dengan Ibrahim.

Setiap menghadapi masalah, Jad selalu berkonsultasi dengan Ibrahim yang selalu

menggunakan buku untuk membantu Jad memecahkan masalah yang

dihadapinya.Ketika Ibrahim meninggal dunia, buku itu dihadiahkan kepada Jad dan

setiap kali menghadapi masalah Jad menggunakannya untuk memecahkan

masalah.

Buku itu berbahasa Arab sehingga Jad selalu minta bantuan teman yang mengerti

bahasa Arab untuk membacakannya seperti yang dilakukan oleh Ibrahim. Selama ini

buku berbahasa Arab itu selalu membantu Jad untuk memecahkan masalahnya

sehingga membuat Jad penasaran.

Dia bertanya kepada temannya yang mengerti bahasa Arab, apa nama buku itu dan

dijawab oleh temannya bahwa buku berbahasa Arab itu adalah Al Qur’an. Akhirnya,

Jad menjadi seorang mualaf dan mengubah namanya menjadi Jadullah Al Qur’ani.

Setelah mendalami isi Al Qur’an, Jad mengembara ke Kenya untuk menyebarkan

ajaran Islam. Pada saat Jad wafat pada tahun 2005, lebih dari 6 juta penduduk

Kenya telah di-Islam-kannya. Ibunya yang seorang dosen dan beragama Yahudi

fanatik juga masuk Islam setelah Jad wafat. Subhanallah.

“Dari Abu Hurairah berkata Rasulullah SAW bersabda : ‘Setiap bayi itu dilahirkan

fitrah maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani

sebagaimana unta yang melahirkan dari unta yang sempurna, apakah kamu melihat

dari yang cacat?’”. (HR. Abu Dawud)

Bakti anak saleh

BAKTI ANAK SHALEH

Anak muda itu pundaknya lecet-lecet. Dia berasal dari Yaman dan sedang berada di

sekitar Baitullah.

Anak muda itu ditanya : ‘Mengapa pundakmu lecet2 hai anak muda?’

Anak muda itu menjawab : ‘Aku mempunyai seorang ibu yang sudah uzur. Setiap

hari aku selalu menggendongnya kemana pun pergi”

Anak muda itu ditanya lagi : “Tapi mengapa sampai punggungmu lecet2 sedemikian

bànyaknya hai anak muda?”

Anak muda itu menjawab : “Aku mencintai ibuku dan aku tak pernah melepaskan

gendongannya kecuali sedang membuang hajat, sholat atau beristirahat”

Anak muda itu balik bertanya : “Apakah aku sudah termasuk golongan orang yang

berbakti kepada orang tua?”

Anak muda itu dipeluk dan mendapatkan jawaban : “Dirimu sungguh sangat berbakti

kepada orang tua dan Allah meridhoi perbuatanmu. Tapi ketahuilah anak muda, apa

yang kamu lakukan belum sepadan dengan kasih sayang dan cinta yang diberikan

kepadamu sejak engkau masih di dalam kandungan”

Orang yang memeluk dan berkata-kata kepada anak muda itu adalah Rasulullah

SAW yang menjumpainya tatkala beliau selesai mengerjakan thawaf.

Anak muda itu berjanji untuk terus berbakti pada orang tuanya kendati orang tuanya

sudah meninggal kelak. Berbakti selagi orang tua masih hidup dan berbakti ketika

oraang tuanya sudah meninggaal dengan senantiasa mendoakan orang tuanya agar

mendapat ampunan di sisi Allah.

“Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara;

shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendo’akannya” (HR

Bukhari dan Muslim)

Ada alasan untuk bercerai

Ada alasan untuk bercerai…..

 

Tak selamanya rumah tangga yang dibina oleh sepasang suami isteri itu berjalan indah meskipun rumah tangga yang sakinah sangatlah didambakan, terutama dalam hal pemberian nafkah. Suami wajib memberikan nafkah lahir dan batin tehadap istri dan anak2nya, maka dia akan berdosa jika melalaikan kewajibannya ini terlepas dirinya mampu ataupun tidak mampu memberikannya.

 

Jika suami memiliki kemampuan harta namun tidak mau memberikannya, maka ssteri dapat mengambil haknya dengan sepengetahuan suami atau tanpa sepengetahuan suami, baik dengan tangannya sendiri atau melalui hakim Pengadilan Agama. Jika nafkah yang menjadi haknya tersebut tidak dapat diambil, maka sang isteri dapat menuntut perceraian. Jika isteri gagal mendapatkan nafkah karena suaminya miskin, hartanya tidak diketahui keberadaannya atau suaminya menghilangkan hartanya maka isteri dapat menggugat perceraian ke pengadilan agama.

 

Saat menikahi isterinya, sang suami telah menngucapkan sighat takliq di depan petugas KUA dan pengadilan agama mempunyai wewenang untuk memaksa seorang suami memenuhi kewajiban memberi nafkah kepada isteri dan anak2nya atau memisahkan suami dari isterinya. Hakim dapat memutuskan perceraian karena suami telah melanggar salah satu poin dalam shighat takliq, sebagai berikut ::

(1) Meninggalkan isteri selama dua tahun berturut-turut

(2) Tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama tiga bulan lamanya

(3) Menyakiti badan/jasmani isteri atau

(4) Membiarkan (tidak mempedulikan) isteri selama enam bulan.

 

“Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Cukuplah dosa bagi seseorang dengan ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya” (HR. Abu Dawud).

 

”Menggenggam (istri) dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (QS. Al Baqarah : 229).

Jangan main2 dengan kata cerai

Jangan main2 dengan kata cerai ….

 

Seorang suami terkadang merasa tidak menyukai perilaku isterinya yang dinilainya kurang patut atau melanggar syariat agama. Suami yang buruk akan mensikapinya dengan keras bahkan kalau sudah memuncak kemarahannya akan terlontar kata2 yang mengarah perceraian. Ucapan “cerai” dan ucapan yang semaksud dengan ucapan itu tidak serta merta membuat suami isteri bercerai apa lagi bila diucapkan dengan marah dan tanpa niat untuk menceraikan.

 

Meskipun demikian, seorang suami tidak boleh bermain2 atau sembarangan mengucapkan kata “cerai” di depan isterinya, karena bisa jadi akan jatuh talak meskipun diucapkan dengan bergurau, apa lagi jika ucapan tersebut dilakukan dengan sungguh2 dan disertai dengan niat.

 

Seorang suami terkadang berselisih dengan isterinya karena sesuatu hal sehingga secara sungguh2 atau bergurau, tercetuslah kata2 yang bermakna perceraian. Kata2 seperti “aku ceraikan kamu” “baiknya kita pisah saja” “sebaiknya kita akhiri hubungan kita” dan kata2 yang senada dengan kata2 itu sudah cukup untuk membuat perceraian dapat terjadi, terutama kalau disertai niat.

 

Pertengkaran atau perselisihan suami isteri terkadang memang mengarah kepada penceraian, namun penceraian ini tidak boleh dijadikan sebagai langkah pertama dalam menyelesaikannya. Hendaknya diusahakan berbagai cara untuk menyelesaikannya, karena kemungkinan besar akan banyak rasa penyesalan yang ditimbulkan kelak dikemudian hari.

 

“Ada 3 hal yang kesungguhannya dan gurauannya sama2 dianggap sungguh2 yaitu : Nikah, talak (cerai) dan Rujuk” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

 

“Apabila kamu mentalak isteri2mu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula)” (QS. Al Baqarah : 231).

Solusi untuk isteri yang tidak diberi nafkah

Solusi untuk isteri yang tidak diberi nafkah…

 

Suami wajib memberikan nafkah lahir dan batin tehadap istri dan anak2nya, sementara isteri mempunyai kewajiban untuk taat kepada suami. Jika suami dengan sengaja mendzalimi isteri dan anaknya dengan tidak memberinya nafkah, maka idia berdosa karena telah melalaikan kewajibannya sebagai seorang suami dan ayah bagi anak2nya.

 

Jika suami yang tidak memberikan nafkah itu memiliki harta yang tampak maka dibolehkan bagi istrinya untuk mengambil nafkah yang menjadi haknya itu dengan sepengetahuan suami atau tanpa sepengetahuan suami. Sang isteri tidak berhak untuk menuntut perceraian karena dimungkinkan baginya untuk mendapatkan nafkahnya itu tanpa perlu perpisahan.

 

Jika suami yang tidak memenuhi kewajiban tersebut tampak memiliki harta dan dapat diambil karena dekat, maka tidak diperbolehkan adanya perceraian oleh hakim Pengadilan Agama. Jika suami yang tidak memenuhi kewajiban tersebut memiliki harta yang jauh, namun hakim berhasil mendatangkannya untuk isteri, maka isteri tidak ada hak menuntut perceraian.

 

Jika suami yang menahan nafkahnya itu tidak diketahui dalam keadaan kaya atau miskin, maka tidak boleh ada pemisahan karena penyebab untuk dilakukan perceraian tidak terwujud. Sebaliknya, jika suami diketahui tidak memiliki harta yang cukup (miskin), hartanya tidak diketahui keberadaannya atau suaminya menghilangkan hartanya maka isteri dapat mengangkat permasalahan ini kepada hakim untuk menuntut perpisahan dari suaminya.

 

Jika isteri gagal mendapatkan nafkah karena suaminya miskin, hartanya tidak diketahui keberadaannya atau suaminya menghilangkan hartanya maka isteri dapat menggugat perceraian. Sang isteri juga dapat mengajukan gugatan perceraian karena suami tidak memenuhi salah satu poin dalam shighat takliq yang telah diucapkannya di depan petugas KUA.

 

“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang2 yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya” (HR. Muslim).

 

“…dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.” (QS. Al Baqarah: 233).

Silahkan invite ke PIN BB 2812a674 untuk BC setiap hari