KAJIAN HADITS | MULYO WIHARTO – ADD WA 0822 1330 1377

Kisah beo membongkar rahasia

KISAH SI BEO MEMBONGKAR RAHASIA

Ibu Herow pergi ke toko hewan dan melihat burung Beo yang indah. Harganya 50  ribu. “Kok murah?” tanya ibu Herow pada pemilik toko.

Si pemilik toko menjawab, “Beo ini dulunya dipelihara di rumah bordil Sarkem jadi sering ngomong jorok, makanya ga ada yang mau beli”.<=-P

Ibu Herow berpikir sejenak kemudian memutuskan untuk membeli burung yang indah itu. Ia membawa pulang dan menaruh sangkarnya di ruang tamu.@>–

Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat ibu Herow, ia berkata, “Rumah baru, germo baru” . Ibu Herow kaget tapi tidak marah karena menganggapnya lucu.

Saat anak gadis ibu Herow pulang dari sekolah, burung itu melihatnya dan berkata, “Perek baru… pelacur baru”.: Si anak gadis dan ibu Herow merasa sedikit tersinggung tapi akhirnya bisa mengerti. Toh hanya ocehan burung

Beberapa saat kemudian suami ibu Herow pulang dari kantor. Burung itu melihatnya dan berkata, “Ciluk ba…! Halo om Herow… om Herow… Kita ketemu lagi….!” ː̗̀(☉,☉)ː̖́=))=D Langganan lama.. Langganan lamaaaaaaa… hahhahahha….”

Si ibu langsung teriak : “oh alah si baaapaakkk..!!!”

Pak Herow : “………. #87z*z))?vVxxxqx….”

Jangan menyombongkan diri dapat menyimpan rahasia, apalagi rahasia buruk, karena suatu saat rahasia itu pasti akan terbongkar. Allah Maha Tahu dan akan memberitahukan rahasia seseorang dengan cara yang tidak disangka-sangka, bahkan melalui ocehan seekor burung beo..

“Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS An Nahl : 23)

Kelebihan ember bocor

KELEBIHAN EMBER BOCOR…

Seorang ibu tinggal bersama 2 orang anaknya di tempat yang sulit air. Setiap hari kedua anaknya membantu mengambil air di tempat bibinya di daerah lain yang banyak memiliki air.

Ibu itu hanya memiliki 1 ember yang masih utuh dan 1 ember lainnya sedikit bocor. Untuk mengambil air si Kakak memakai ember yang utuh, sedangkan si Adik memakai ember yang sedikit bocor itu.

Bertahun-tahun mereka membantu ibunya mengambil air, hingga tiba saat keduanya meninggalkan ibunya untuk merantau. Sebelum pergi, keduanya berpamitan kepada ibu dan bibinya si pemilik air.

Si Kakak merasa bangga telah membantu ibunya mengambilkan air yang selalu penuh sehingga mencukupi kebutuhan keluarga. Si Adik sebaliknya, ia merasa sedih karena air yang dibawanya tidak pernah penuh karena ember yang digunakannya sedikit bocor.

Ibunya berkata kepada si Adik yang nampak kurang bahagia, “Kalian berdua sudah cukup membantu ibu. Kakakmu sudah bekerja keras sehingga sukses membantu kebutuhan keluarga. Kamu pun sudah bekerja cerdas sehingga bukan saja menambah kecukupan air, tapi juga menambah penghasilan keluarga”

Bibinya melanjutkan, “Ketahuilah nak, benih tumbuhan yang kamu sebar di sepanjang jalan yang kamu lewati saat mengambil air banyak menghasilkan bunga dan buah. Hasilnya telah dijual dan kuberikan kepada ibumu untuk biaya hidup dan sedikit bekal merantau kalian berdua”

Pesan moralnya adalah : Semua orang mempunyai kelebihan namun janganlah membuatnya terlalu bangga karena boleh jadi orang yang dinilai lebih rendah justru lebih sukses. Kekurangan pun tidak perlu disesalkan apa lagi membuat sedih karena setiap ada kekurangan di satu sisi pasti diberikan kelebihan di sisi yang lain yang tidak didapatkan oleh orang yang berkelebihan.

“Tiada seorang mukmin yang mengalami kesusahan terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kepada kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan hal itu dosa-dosanya”  (HR. Muslim)

Jangan kalah sama binatang

Jangan kalah sama binatang…

Seorang raja memiliki 10 ekor anjing ganas yang dipakai untuk menghukum siapa pun yang dinilai bersalah. Suatu hari seorang menteri berbuat salah dan akan dimasukkan ke kandang anjing ganas yang akan mencabik-cabik siapapun yang dimasukkan ke dalam kandang.

Sang menteri berkata: “Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi paduka tega menghukumku begini hanya karena sebuah kesalahan. Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja”. Sang Raja pun mengabulkannya.

Sang menteri bergegas menuju kandang anjing ganas tersebut dan meminta ijin kepada penjaga untuk mengurus anjing²nya. Ketika ditanya alasannya, sang menteri menjawab: “Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu”. Si penjaga pun mengijinkan.

Tibalah saat eksekusi. Sang menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas. Sang Raja kaget melihat anjing² itu jinak pada menterinya, maka dia bertanya : “Apa yang kamu lakukan pada anjing2 itu?”

Sang menteri menjawab: “Selama 10 hari saya mendekati, memberi makan bahkan akhirnya bisa memandikan anjing² tersebut”. Sang menteri diam sejenak, kemudian melanjutkan, “Saya telah mengabdi pada anjing² ini selama 10 hari dan mereka tidak melupakan jasa saya. Saya telah mengabdi pada paduka selama 10 tahun, tapi paduka tega menjatuhkan hukuman

Terharulah sang Raja, meleleh air matanya lalu sang menteri pun dimaafkan dan dibebaskkan dari hukuman. Sang menteri mengingatkan kepada Raja dan kita semua agar selalu mengingat kebaikan orang lain dan memaafkan kesalahannya, apa lagi kesalahan tersebut bukan sebuah kesengajaan.

“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya” (HR. Bukhari).

Harta karun

HARTA KARUN

Kekayaan Bill Gates yang dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia pada tahun 2014 adalah sebesar 76 miliar dollar AS, tapi ini tidak ada apa2nya dibandingkan dengan kekayaan Karun. Kekayaan Karun sangat melimpah ruah sehingga untuk menyimpan hartanya itu memerlukan kunci2 yang sangat berat dan harus dipikul oleh sujumlah orang yang kuat2.

Karun sangat bangga dengan kekayaannya dan merasa itu berkat kemampuannya semata. Orang2 berkata, “Hai Karun, janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 yang terlalu membanggakan diri” Jawab Karun, “Aku diberi harta karena ilmu yang ada padaku”

Orang2 kebanyakan sependapat dengan jawaban Karun, bahkan berharap bisa kaya seperti Karun. Orang2 berilmu sebaliknya, mereka berkata, “Kecelakaan besar bagimu Karun, pahala orang2 yang beriman dan beramal shaleh lebih baik daripada harta”

Ternyata Allah membenarkan pendapat orang2 berilmu dengan membenamkan seluruh harta yang dimiliki Karun ke dalam bumi. Orang2 yang dahulunya sependapat dengan Karun jadi tersadar bahwa kekayaan itu anugerah Allah yang dilimpahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya terutama kepada orang2 yang tidak mengingkari nikmat-Nya.

“Dari Ibnu Mas’ud ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‘Tidak boleh ada

cita-cita untuk mendapatkan nikmat seperti orang lain kecuali dalam dua hal yaitu terhadap seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah kemudian ia pergunakan untuk membela kebenaran, dan terhadap seseorang yang dikaruniai ilmu pengetahuan kemudian ia mengamalkan dan mengajarkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

MULYO WIHARTO – ADD WA 0822 1330 1377