Bakti anak saleh

BAKTI ANAK SHALEH

Anak muda itu pundaknya lecet-lecet. Dia berasal dari Yaman dan sedang berada di

sekitar Baitullah.

Anak muda itu ditanya : ‘Mengapa pundakmu lecet2 hai anak muda?’

Anak muda itu menjawab : ‘Aku mempunyai seorang ibu yang sudah uzur. Setiap

hari aku selalu menggendongnya kemana pun pergi”

Anak muda itu ditanya lagi : “Tapi mengapa sampai punggungmu lecet2 sedemikian

bànyaknya hai anak muda?”

Anak muda itu menjawab : “Aku mencintai ibuku dan aku tak pernah melepaskan

gendongannya kecuali sedang membuang hajat, sholat atau beristirahat”

Anak muda itu balik bertanya : “Apakah aku sudah termasuk golongan orang yang

berbakti kepada orang tua?”

Anak muda itu dipeluk dan mendapatkan jawaban : “Dirimu sungguh sangat berbakti

kepada orang tua dan Allah meridhoi perbuatanmu. Tapi ketahuilah anak muda, apa

yang kamu lakukan belum sepadan dengan kasih sayang dan cinta yang diberikan

kepadamu sejak engkau masih di dalam kandungan”

Orang yang memeluk dan berkata-kata kepada anak muda itu adalah Rasulullah

SAW yang menjumpainya tatkala beliau selesai mengerjakan thawaf.

Anak muda itu berjanji untuk terus berbakti pada orang tuanya kendati orang tuanya

sudah meninggal kelak. Berbakti selagi orang tua masih hidup dan berbakti ketika

oraang tuanya sudah meninggaal dengan senantiasa mendoakan orang tuanya agar

mendapat ampunan di sisi Allah.

“Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara;

shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendo’akannya” (HR

Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>