Category Archives: Kepemimpinan

Kriteria calon anggota legislatif

KRITERIA CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG)

Masih ada waktu untuk menimbang-nimbang pilihan yang tepat sesuai kriteria

pemimpin yang baik menurut Rasulullah SAW. Bila kriteria calon pemimpin yang kita

kenal tidak ada yang memenuhi kriteria pemimpin yang baik, maka pilihlah salah

satu calon yang paling sedikit keburukannya dan jangan memberi kesempatan calon

yang sangat buruk terpilih karena kita golput.

Kriteria tersebut adalah :

1. Pemimpin yang tidak meminta jabatan (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Pemimpin yang tidak lemah (HR. Muslim)

3. Pemimpin yang jujur (HR. Bukhari)

4. Pemimpin yang adil dan tidak zalim (HR. Baihaqi)

5. Pemimpin yang bertanggung jawab (HR. Bukhari)

6. Pemimpin yang memberi kebaikan (HR. Bukhari)

7. Pemimpin yang peduli kebutuhan orang lain

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

8. Pemimpin yang tidak munafik (HR. Bukhari Muslim)

9. Pemimpin yang mengabdi atau melayani (HR. Abu Na’im)

10. Pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri” (HR. Bukhari)

11. Pemimpin yang tidak menipu (HR. Muslim)

12. Pemimpin yang tidak menyulitkan (HR. Bukhari)

13. Pemimpin yang ahli di bidangnya (HR. Bukhari)

14. Pemimpin yang suka memberi nasehat (HR. Bukhari)

15. Pemimpin yang setia dengan umat muslimin (HR. Muslim)

16. Pemimpin yang tidak nepotisme (HR. Hakim)

17. Pemimpin yang tidak memamerkan perbuatannya (HR. Bukhari)

18. Pemimpin yang tidak menyebarkan keraguan (HR. Ahmad, Abu Dawud dan

Hakim)

19. Pemimpin yang tidak menyesatkan (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad dan

Darimi)

20. Pemimpin yang paling baik diantara calon2 pemimpin yang ada (HR. Muslim)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya,

seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas

mereka, seorang isteri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab

atasnya, seorang hamba sahaya adalah penjaga harta tuannya” (HR. Bukhari)

Kekayaan harta dan jiwa

Kekayaan harta dan jiwa….

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan itu adalah dengan kekayaan jiwa” (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat kaya raya. Beliau mewariskan kekayaan yang tiada ternilai kepada keluarganya bahkan kepada umat Islam seluruh dunia. Beliau tidak mewariskan harta benda yang dapat musnah dalam sekejap mata, melainkan memberikan warisan dalam bentuk kekayaan jiwa.

Kekayaan dalam bentuk harta benda bukanlah sesuatu yang sulit untuk Rasulullah SAW. Beliau adalah pebisnis sukses sehingga dapat memberikan 100 ekor unta atau sekitar 12 miliar rupiah ketika meminang Khadijah menjadi isterinya. Beliau tidak meninggalkan harta benda karena seluruh hartanya digunakan untuk dakwah seperti yang dia berikan kepada Shofwan bin Umayyah dengan hadiah 200 ekor ternak agar berpihak kepada Islam (HR. Muslim).

Allah memberikan mujizat kepada Rasulullah SAW dapat mendatangkan makanan yang tak pernah habis dimakan oleh banyak orang kendati yang diberikan hanya setengah gantang gandum (HR. Muslim). Tapi beliau dan keluarga memilih hidup sederhana bahkan menurut Aisyah tak pernah keluarga Rasulullah SAW dua hari berturut-turut kenyang dengan roti gandum sampai beliau meninggal (HR. Bukhari dan MUslim).

Semoga kita bisa meneladani Rasulullah SAW yang tetap zuhud meskipun kaya raya karena akan memberi kebahagiaan dunia dan akhirat. Zuhud terhadap dunia bukan berarti mengharamkan yang halal dan bukan juga menyia-nyiakan harta, tetapi kita begitu yakin dengan apa yang ada di tangan Allah daripada harta yang ada di tangan kita.

“Tetapi kamu (orang2 kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS. Al A’laa: 16-17).

Tulisan ini harap di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674

Perintah pemimpin masyarakat

Usai sudah hiruk pikuk pemilihan umum anggota legislatif 2014 dengan diumumkannya daftar anggota legislatif terpilih tadi malam. Ada pendatang baru dan lebih banyak lagi wajah2 lama yang ditetapkan sebagai wakil rakyat atau pemimpin masyarakat periode 2014-2019.

Para pemimpin masyarakat yang terpilih sebagai wakil rakyat ada yang beragama Islam dan ada pula yang non Islam. Konsekuensi dari pilihan itu, suka atau tidak suka, umat Islam harus mendengarkan kata2nya dan mengikuti pemikiran dan perbuatan mereka sepanjang bukan berbentuk maksiat.

Maksiat adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah dan orang yang melakukannya akan mendapat dosa. Perbuatan maksiat yang akan mendapatkan dosa besar bagi pelakunya, diantaranya adalah menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya (syirik), meninggalkan sholat fardhu, tidak berpuasa di bulan Ramadhan, durhaka kepada orang tua, dan sebagainya.

“Terhadap seorang Muslim hendaknya ia mau mendengarkan dan taat pada pimpinan, baik ia suka atau tidak suka. Kecuali jika pimpinan itu memerintahkan suatu maksiat, maka jika maksiat itu diperintahkan olehnya janganlah didengar dan tidak perlu ditaati” (HR Muslim)

Peduli Islam, jangan golput (golongan putih, tidak memilih)

Pesanku pada Anakku “Nanti memilih partai Islam ya…” Jawabnya mengagetkan “halaah… Calegnya banyak yang korupsi” Kalimat yang diucapkan anakku mirip dengan para responden sebuah penelitian : “Politik uang para celeg di desa antara 50,000 sampai 500.000, Yang terima 500.000 harus setor foto copy KTP. KECEWANYA, banyak tokoh Agama/Imam Masjid/Ustad yang melakukan ini juga Partai2 Islam, makanya Saya Golput dan Taik semua Partai Islam Itu”

Dalam penelitian itu, 5 orang dari 20 orang yang dinterview atau sekitar 25 % menyatakan Golput. Mereka juga mengkampanyekan “Anti Islam, Anti Partai Islam, Anti Tokoh Islam” padahal mereka itu muslim. Apakah kebetulan kalau 5 orang dari 20 orang memiliki kalimat serupa padahal dari lokasi yang berbeda, di kota dan desa?. Target penyebar “RACUN” adalah agar ummat Islam Golput, kemuliaan tokoh Islam hancur dan kepemimpinan umat jatuh kepada mereka.

Banyak pelaku korupsi, ada yang muslim dan non muslim, tapi tokoh2 Islam adalah target utama untuk ditangkap. Perempuan2 yang awalnya tidak berjilab kemudian duduk dikursi pesakitan dengan Jilbab, dan berikutnya propaganda jangan memilih partai Islam atau tokoh2 Islam. Semua itu opini untuk kepentingan merek dan penggiringan opini seperti itu terlihat misalnya dalam acara Kompas TV, Jumat, 7 Februari 2014, Jam 23:00 Program Demokrasi Kursi, Episode :”Partai Islam di Titik Nadir“

Target sementara Kelompok Anti Islam ini adalah umat Islam GOLPUT sehingga tokoh2 Islam tidak jadi anggota legislatif dan Partai Islam tidak lolos Electoral Treshold. Kalau kita peduli dengan agama Allah, jangan golput :
1. Pilih teman2 caleg yang beragama Islam, atau
2. Pilih tokoh2 Islam, atau
3. Pilih partai berazas Islam (Islam Nasionalis) : PKS, PBB, PPP, PAN atau PKB.

“Dari Huzaifah bin Yaman ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa tidak peduli terhadap urusan umat Islam maka bukan termasuk golongan mereka” (HR. At Tabrani)