Category Archives: Manajemen

Asuransi syariah adalah asuransi yang syar’i

Asuransi yang syar’i….

“Dari Abu Ubaidah bin Jarrah bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya bersama 300 pasukan. Di jalan bekal habis lalu Abu Ubaidah memerintahkan pasukan mengumpulkan semua bekal makanan, lalu mereka memakannya sedikit demi sedikit sampai habis….” (HR. Bukhari)

Asuransi syariah atau asuransi yang syar’i harus menerapkan prinsip tabarru yang benar. Akad asuransi syariah bersifat hibah kepada pihak lembaga asuransi untuk mengelola dana yang akan diberikan kepada peserta yang terkena musibah. Akad tabarru adalah ta’awun atau tolong menolong terhadap sesama peserta yang sedang terkena musibah.

Akad tabbaru dalam asuransi syariah harus melibatkan 3 pihak, yakni :
1. Pihak penanggung, lembaga penjamin atau pihak yang menjamin pembayaran hutang (dhamin)
2. Pihak yang memberi jaminan, tanggungan, atau pihak yang memberi utang (madhmun lahu)
3. Pihak yang dijamin, ditanggung atau pihak yang berhutang (madhmun anhu)

Asuransi konvensional tidak sesuai dengan syariat agama karena perjanjiannya hanya melibatkan 2 pihak yaitu dhamin yaitu lembaga asuransi, pihak penanggung, lembaga penjamin atau pihak yang menjamin pembayaran hutang dan madhmun lahu yaitu nasabah yang membayar premi, pihak yang memberi jaminan, tanggungan, atau pihak yang memberi utang. Dalam perjanjian asuransi konvensional tidak ada madhmun anhu yaitu pihak yang dijamin, ditanggung atau pihak yang berhutang.

“Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah sekali2 kamu tolong menolong dalam kejahatan dan permusuhan” (QS Al Maidah ; 2)

Mohon tulisan ini di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674
*