Category Archives: Sholat

Waktu2 terlarang untuk mengerjakan sholat

Waktu2 terlarang untuk mengerjakan sholat…

“Tidak ada sholat setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam dan tidak ada sholat setelah sholat Subuh hingga matahari terbit” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua sholat dapat dikerjakan pada semua waktu kecuali waktu2 sebagai berikut :
1. Sehabis sholat subuh.
2. Sehabis sholat ashar
3. Saat matahari terbit hingga terangkat naik
4. Saat matahari tepat di tengah2 hingga condong ke barat
5. Saat matahari condong untuk terbenam hingga terbenam.

Imam Syafi’i dan imam Ahmad berpendapat boleh mengerjakan sholat dalam waktu2 terlarang tersebut jika. ada penyebabnya, sedangkan imam Hanafi berpendapat tidak ada kekecualian. Sholat2 yang dikecualikan atau diperbolehkan untuk dikerjakan di waktu2 terlarang karena ada penyebabnya, antara lain : sholat di Masjidil Haram (HR. Abu Dawud, Tirmmidzi, An Nasa’i, dan Ibnu Majah), mengikuti sholat berjamaah misalnya sholat jenazah (HR. Muslim), sholat tahiyyatul masjid (HR. Bukhari dan Muslim), sholat sunnah wudhu (HR. Bukhari dan Muslim), sholat taubat (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi), sholat safar (HR. Al Bazzar) dan sholat gerhana (HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang2 yang beriman.” (QS. An Nisaa : 103).

Tulisan ini harap di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674

Gerakan2 imam dan makmum setelah sholat

Gerakan2 imam dan makmum setelah sholat….

1. Imam menandai berakhirnya sholat dengan berdzikir

“Dari Ibnu Abbas beliau berkata ‘sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika orang2 usai melaksanakan sholat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah SAW. Ibnu Abbas menambahkan, aku mengetahui bahwa mereka selesai sholat karena aku mendengarnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Imam disunnahkan membalikkan muka ke kanan atau ke arah makmum.
“Dari Anas ra berkata, “Aku seringkali melihat Rasulullah SAW berubah menghadap ke kanannya (selesai sholat)” (HR Muslim).

“Dari Samurah bin Jundub, ‘Rasulullah SAW ketika selesai sholat beliau membalikkan mukanya ke arah kami” (HR. Bukhari).

3. Imam merubah posisi badan setelah membaca “Allahuma antassalam…”

“Dari Aisyah ia berkata, ‘Rasulullah SAW bila salam selesai dari sholat tidak duduk kecuali hanya sekira membaca, “Allahumma Antassalam, Waminkassalam, tabarakta Ya Dzal Jalali Wal Ikram” (HR Muslim).

“Dari Tsauban ia berkata, ‘Bila Rasulullah merubah posisi duduknya setelah sholat beliau beristighfar tiga kali dan mengucap “Allahumma antas-salam…” (HR Muslim)

4. Makmum tidak beranjak dulu sebelum imam merubah posisi duduknya.

“Dari Anas ia berkata, ‘Rasulullah SAW sholat bersama kami pada suatu hari, setelah selesai sholat beliau menghadapkan dirinya kepada kami dan bersabda, ‘Wahai manusia, Aku adalah imam kalian. Jangan kalian mendahului aku dalam ruku’, sujud, berdiri dan beranjak pergi” (HR Muslim).

Harap di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674
*

Pokok2 gerakan sholat menurut Rasulullah SAW (#13)

Pokok2 gerakan sholat menurut Rasulullah SAW (#12)…

61. Salam adalah tanda berakhirnya sholat dengan menolehkan wajah ke kanan kemudian ke kiri.

“Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari bapaknya berkata, ‘Saya melihat Nabi SAW memberi salam ke sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya” (HR. Ahmad, Muslim, An Nasa’i dan Ibnu Majah)

62. Menoleh ke kanan seraya mengucapkan salam kemudian menoleh ke kiri juga mengucapkan salam .

“Dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi SAW biasa mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, sehingga terlihat warna putih pipinya (dengan ucapan) : “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah, assalaamu ‘alaikum warahmatullah” (HR. Imam Ahmad, At-Thahawi, Abu Dawud, Tirmidzi, Imam Nasa’i, Ibnu Majah. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shahih).

63. Dilarang menoleh ke kanan dibarengi dengan membuka telapak tangan kanan dan menoleh ke kiri dengan membuka tangan kiri.

“Mengapa kamu menggerakkan tangan kamu seperti gerakan ekor kuda yang lari terbirit-birit dikejar binatang buas? Bila seseorang diantara kamu mengucapkan salam, hendaklah ia berpaling kepada temannya dan tidak perlu menggerakkan tangannya” Pada riwayat lain disebutkan : “Seseorang diantara kamu cukup meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian ia mengucapkan salam dengan berpaling kepada saudaranya yang di sebelah kanan dan saudaranya di sebelah kiri” (HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Ibnu Khuzaimah dan At-Thabrani).

Wassalamualaikum,
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674
*

Pokok2 gerakan sholat menurut Rasulullah SAW (#12)

Pokok2 gerakan sholat menurut Rasulullah SAW (#12)…

56. Bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal menuju roka’at berikutnya dengan bertumpu pada lantai atau paha.

“Kemudian Nabi SAW bertumpu pada lantai ketika bangkit ke roka’at kedua.
(HR. Bukhari).

“Dari Wail bin Hujr dari Nabi SAW berkata (Wa-il); ‘…..dan apabila bangkit dia bangkit atas kedua lututnya dengan bertumpu pada satu paha” (HR. Abu Dawud).

57. Bangkit dari duduk tasyahhud awal sambil bertakbir dengan atau tanpa mengangkat tangan sejajar bahu atau telinga.

“Nabi SAW ketika bangkit dari duduknya mengucapkan takbir, kemudian berdiri” (HR. Abu Ya’la).

58. Pada roka’at terakhir ada duduk tasyahhud akhir dengan kaki kiri dihamparkan ke samping kanan dan duduk di atas lantai (duduk tawaruk).

“Dari Abi Humaid As-Sa’idiy tentang sifat sholat Nabi SAW, dia berkata, …. dan bila duduk dalam roka’at yang akhir (tasyahhud akhir) beliau majukan kaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya” (HR. Abu Dawud).

59. Pada duduk tawaruk, kaki kanan ditegakkan dan jari2nya ditekuk menghadap kiblat.

“… dan apabila beliau duduk pada roka’at terakhir (tahiyyat akhir), diulurkannya tapak kaki kirinya (ke sebelah kanan) dan ditegakkannya tapak kaki yang sebelah kanan (ujung jari-jarinya menghadap kiblat) dan beliau duduk di punggulnya” (HR. Bukhari : 2015).

60. Posisi tangan kanan, tangan kiiri dan gerakan telunjuk pada tasyahhud akhir sama seperti tasyyahhud awal.

”Dari Ibnu ‘Umar berkata Rasulullah SAW bila duduk didalam sholat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangannya yang kiri di atas lututnya yang kiri, beliau hamparkan padanya” (HR. Muslim dan Nasa’i).

Broadcast selanjutnya : Salam.

Wassalamualaikum,
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674
*