Category Archives: surga

Cerita para penghuni Surga.

Cerita para penghuni Surga….

Kiamat telah tiba… Kiamat telah tiba… Kiamat telah tiba… Horeeee…. Demikian kira2 nyanyian para

ahli surga, baik dari kalangan kaum muslimin, mukminin, mukhsinin, mukhlisin dan muttaqin.

Para ahli surga dikumpulkan di padang mahsyar lalu mereka menerima “tiket” surga. Malaikat

Ridwan memerintahkan anak buahnya untuk memandu para ahli surga itu memasuki surganya

masing2.

Malaikat2 Surga Firdaus berkata, “Wahai orang2 yang beriman, khusyu dalam sholatnya,

memelihara sholatnya, menghindari perbuatan dan perkataan) tak berguna, menunaikan zakat,

menjaga kemaluannya, serta orang yang memelihara amanat dan janjinya silahkan masuk…..” (QS.

Al Mu’minun : 1-11).

Malaikat2 Surga Ma’wa berkata, “Wahai orang2 yang takut pada kebesaran Allah dan menahan diri

dari keinginan hawa nafsunya silahkan masuk… ” (QS. An Nazi’at : 40-41)

Malaikat2 Surga Na’im berkata, “Wahai orang2 yang beriman dan beramal shaleh silahkan masuk… ”

(QS. Luqman : 8, Al-Hajj : 56 dan As Sajdah : 19).

Malaikat2 Surga Darussalam berkata, “Wahai orang2 yang selalu mengerjakan amal shaleh silahkan

masuk…” (QS. Al-An’am : 127)

Malaikat2 Surga Jalal berkata, “Wahai orang2 yang selalu bersyukur dan mohon ampunan silahkan

masuk…” (QS. Fathir : 34-35).

Malaikat2 Surga Qarar dan Surga Khuldi berkata, “Wahai orang2 yang bertaqwa silahkan masuk..”

(QS. Ad Dukhan : 51, Al Qalam : 34 dan Al Furqan : 15)

Malaikat2 Surga ‘Adn berkata, “Wahai orang2 yang sabar dalam mencari keridhoan Allah,

mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezeki serta menolak kejahatan dengan kebaikan.

Orang yang beriman dan sungguh2 beramal saleh, bersih dari kekafiran dan kemaksiatan. Orang2

yang dipilih dan mendapat karunia karena perbuatan baiknya meskipun sempat tersesat. Orang yang

diwafatkan dalam keadaan baik karena banyak berbuat kebaikan silahkan masuk…” (QS. Ar Ra’d :

22-23, Thaahaa : 75-76, Fathir : 32-33 dan An Nahl : 30-31).

Para sobat, mohon kiranya tulisan di atas di share kembali kepada teman, sahabat, saudara, grup

diskusi BB, facebook, SMS, dsb karena Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengajak orang

pada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya

tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR. Muslim).

Surga Adn’ untuk orang2 baik dan dikaunia karena kebaikannya

Surga Adn’ untuk orang2 baik dan dikaunia karena kebaikannya….

“… Ketahuilah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh

jasad itu, dan bila ia rusak maka rusaklah pula seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu

adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hati manusia menentukan perbuatan seseorang menjadi baik atau buruk, untuk itu jagalah hati agar

selalu berbuat kebaikan, apa lagi pada hari Jum’at penuh keutamaan. Pada hari jum’at disunnahkan

untuk memperbanyak membaca Sholawat, membaca Al Qur’an, memperbanyak do’a,

memperbanyak sedekah, melakukan ziarah kubur, mandi sebelum sholat Jum’at dan berbuat

kebaikan lainnya. Jika kebiasaan2 baik ini sering dilakukan, insya Allah akan diwafatkan Allah dalam

keadaan baik dan ganjarannya adalah Surga ‘Adn.

Hari Jum’at adalah hari yang makbul untuk berdoa kepada Allah selama tidak meminta yang haram.

Bagi mereka yang masih suka berbuat maksiat, segeralah meminta ampun, bertaubat dan raihlah

ampunan Allah pada hari ini. Banyak2lah berbuat baik agar mendapat karunia Surga ‘Adn.

“(Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai2 di dalam surga

itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan

kepada orang2 yang bertakwa. (Yaitu) orang2 yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para

malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) : ‘Salaamun alaikum, masuklah kamu ke dalam surga

itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl : 30-31).

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang2 yang Kami pilih di antara hamba2 Kami, lalu di

antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan

dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian

itu adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya…” (QS.

Fathir : 32-33).

Surga Qarar dan Khuldi untuk orang2 yang bertakwa

Surga Qarar dan Khuldi untuk orang2 yang bertakwa….

“Dari Athiyyah As Sa’di bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘seorang hamba tidak mencapai derajat

mutaqin sebelum meninggalkan sesuatu yang tidak berdosa demi menghindari sesuatu yang

berdosa” (HR. Tirmidzi).

Seorang muslim adalah orang yang berserah diri dengan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai

dasar keyakinannya. Kalau orang tersebut mengikrarkan keyakinannya dalam hati, mengucapkannya

secara lisan dan mewujudkannya dalam perbuatan maka jadilah dia seorang mukmin.

Seorang mukmin yang perbuatannya seakan-akan melihat Allah atau merasa selalu dilihat oleh Allah

sehingga hanya kebaikanlah yang dikerjakannya, maka dia disebut mukhsin. Seorang mukhsin yang

perbuatannya tidak lain semata-mata karena Allah, bukan karena berharap surga atau takut neraka

maka orang itu dinamakan mukhlis.

Seorang mukhlis yang berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan semua larangan-Nya

secara sempurna disebut seorang mutaqin. Seorang mutaqin selalu berusaha menjiwai nilai2

kebenaran dan selalu memelihara diri untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-

Nya. Kepadanya akan dianugerahkan Surga Qarar (Al Maqaamul) atau Surga Khuldi.

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)

kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan

Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy-Syams : 7-10).

Surga Jalal bagi orang yang bertaubat dan bersyukur

Surga Jalal bagi orang yang bertaubat dan bersyukur…..

“Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seorang hamba selama ruhnya (nyawanya) belum di

tenggorokan” (HR. At Tirmidzi)

Jiwa (nafs) adalah fitrah setiap manusia yang diciptakan dengan dua potensi yang seimbang yakni

keinginan yang baik dan keinginan buruk. Jika manusia dihadapkan pada pilihan yang baik atau

buruk, ia lebih tertarik melakukan pilihan yang buruk karena nafs cenderung kepada yang buruk.

Seseorang yang memperturutkan nafsu akan menilai korupsi lebih menantang daripada kejujuran,

tidur lebih asyik daripada sholat malam, pilihan buruk lebih menarik daripada pilihan baik.

Bertaubatlah dan minta ampunlah kepada Allah sebab jika nafsu tersebut dibiarkan, maka manusia

akan menjadi buas seperti hewan.

Orang yang dapat mengendalikan nafsu akan lahir sebagai manusia berakhlak mulia dan jaminan

baginya adalah Surga Jalal (Darul Muqomah). Seorang ahli surga Jalal akan segera memohon

ampunan bila melakukan kesalahan dan senantiasa bersyukur dapat menegakkan kebenaran.

Pengendalian nafsu yang paling mudah adalah menggunakan kesadaran dan hati nurani sebagai

cermin. Kalau kita tidak suka diperlakukan buruk, jangan memperlakukan buruk orang lain dan kalau

kita sakit hati dicerca orang jangan mencerca orang lain.

Jika cara ini tak berhasil maka lakukanlah puasa yang membuat tenaga menjadi lemah sehingga

mengurangi keinginan berbuaat buruk dan memilih berbuat yang baik2 saja. Puasa membuat mulut

kering sehingga mengurangi perkataan2 yang tak berguna (laghwu) dan perkataan2 lain yang dibenci

Allah dan Rasul-Nya.

“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.

Sesungguhnya Tuhan kami benar2 Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan

kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan

tiada pula merasa lesu ” (QS. Fathir : 34-35).

Para sobat, mohon kiranya tulisan di atas di share kembali kepada teman, sahabat, saudara, grup

diskusi BB, facebook, SMS, dsb karena Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengajak orang

pada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya

tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR. Muslim).