Category Archives: Umroh

Nabi Muhammad SAW tokoh nomor 1 dalam “Seratus Tokoh yang paling berpengaruh”

Mumpung masih bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, marilah kita simak komentar Michael H. Hart yang non Muslim, pengarang buku “Seratus Tokoh yang paling bepengatuh” karya Michael H. Hart yang terbit tahun 1978 tentang sosok Nabi Muhammad SAW.

Muhammad adalah tokoh nomor 1 dalam buku “Seratus Tokoh yang paling bepengaruh” . Jatuhnya pilihan penulis kepada Muhammad dalam urutan pertama daftar 100 tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala. Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Madinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mekkah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.

Suku Badui punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timur laut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di barat laut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran –di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakar dan Umar bin Khattab– itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.

Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuil abad pertempuran, orang-orang Badui ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan India dengan Pakistan.

“Sesungguhnya manusia yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca sholawat untukku”. (HR. Tirmidzi). “Jika kalian mendengar adzan maka jawablah seperti apa yang diserukan oleh muadzin. Kemudian ucapkan sholawat, kepadaku. Karena barangsiapa yang mengucapkan sholawat satu kali padaku, Allah SWT akan mengucapkan sholawat padanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Mahalnya BPIH haji di Indonesia

Dalam sebuah web tertera biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) reguler rata2 US$ 3.527 atau sekitar Rp 34 juta. BPIH haji khusus atau plus adalah US$ 9.700 jika ingin menginap di hotel sekamar dua orang atau US$ 8.500 kalau sekamar empat orang. Mahal?

Biaya yang mahal tersebut masih ditambah antrian sebanyak 2.7 juta jemaah calon haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) haji reguler. Diperkirakan bagi yang baru mendaftar pada tahun ini akan berangkat pada tahun 2026 karena kuota haji reguler per tahun adalah 194.000 jemaah. Kuota haji khusus atau plus per tahun adalah 17.000 jemaah dan bagi yang mendaftar pada tahun ini diperkirakan akan berangkat pada tahun 2027.

Berbahagialah teman2, sahabat dan saudara yang sudah mendapat kesempatan ke Baitullah. Bagi yang belum pernah ke tanah suci segeralah menghubungi travel atau bank terdekat untuk memantapkan niat ke tanah suci.

“Dari Buraidah bahwa Nabi SAW bersabda, ‘mengeluarkan biaya untuk keperluan haji sama dengan mengeluarkannya untuk perang sabil, satu dirham menjadi tujuh ratus kali lipat” (HR Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Thabrani dan Baihaqi)

Segeralah pulang wahai Jemaah Haji

Semua rukun dan wajib haji sudah dilaksanakan. Sunnah2 haji juga sudah dikerjakan. Sempurna…..

Ibadah haji makin sempurna karena dilengkapi dengan kunjungan2 atau wisata rohani. Mengunjungi Jabal Rahmah, Jabal Nur dan Jabal Uhud, taman raudhah, makan Baqi’, Masjid Quba dan sebagainya adalah wisata rohani sekaligus sunnah.

Bila semua sudah dikerjakan, segeralah pulang. Semakin cepat pulang akan semakin cepat pula menuai pahala.

“Dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda, bila salah seorang diantaramu telah menyelesaikan hajinya, hendaklah ia segera pulang kepada keluarganya, karena dengan demikian pahalanya akan lebih besar lagi” (HR. Daruqutni)

Ziarah ke makam Rasullah SAW

Selain jabal Uhud, di Madinah jemaah haji bisa mengunjungi makam Rasulullah SAW, Abubakar Shiddik, dan Umar bin Khattab yang terletak di sebelah kiri depan Masjid Nabawi.

Jemaah haji juga bisa mengunjungi makam Baqi’ yang terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Luas makam Baqi’ adalah 174.962 m2 dengan tembok setinggi 4 meter dan panjang 1.724 meter.

Di pemakamam Baqi telah terkubur sekitar 10.000 sahabat dan keluarga Rasulullah SAW. Mereka adalah calon penghuni surga, diantaranya isteri2 Rasulullah SAW (Aisyah binti Abubakar, Ummu Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti Umar, Shafiyah, Mariyah Al Qibthiyah, kecuali Khadijah yang dikubur di Ma’la), putra dan putri Rasulullah SAW (Fatimah Az Zahra, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum, Ibrahim, Abdullah dan Qasim), cucu2 Rasulullah SAW (Hasan dan Husein), Abbas bin Abdul Muthallib (paman Rasulullah SAW), Halimatus Sa’diyah (ibu susu Rasulullah SAW), Utsman bin Affan (sahabat Rasulullah SAW), dan sebagainya.

Semasa hidupnya, Rasulullah SAW juga mengunjungi makam Baqi’ untuk memanjatkan doa. Doa tersebut dapat digunakan pada saat kita ziarah kubur ke makam teman, sahabat dan saudara2 muslim lainnya.

“Semoga keselamatan diberikan kepadamu wahai ahli kubur dan orang2 mukmin, dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah untuk kami dan kamu sekalian” (HR. Muslim)