Category Archives: Wanita Shalehah

Suami buruk tidak menghukum isterinya dengan benar

“Mu’awiyah bin Haidah al-Qusyairi berkata, ‘Ya Rasulullah, apakah hak isteri atas suaminya?’ Nabi SAW menjawab, ‘Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek2kannya… ” (HR. Ibnu Majah).

Seorang isteri wajib taat kepada suami sepanjang suaminya memberikan perintah atau larangan yang sesuai dengan syariat agama Islam. Sebagai contoh, jika suaminya menyuruh agar isterinya di rumah saja karena nafkahnya sudah ditanggung, maka patuhilah. Jika suami melarang isterinya keluar rumah dengan dandanan yang menyolok atau tidak menutup aurat, maka patuhilah.

Terkadang, seorang isteri dengan sengaja atau tanpa sengaja melanggar perintah atau larangan suaminya, maka nasehatilah dengan cara yang baik. Tidaklah bijak menasehati isterinya di depan anak2 atau orang lain, juga tidaklah benar menasehati isterinya dengan cara mencela, mencaci maki apa lagi menghinanya.

Jika nasehat yang diberikan bermanfat, maka ma’afkanlah perbuatan sang isteri, namun jika nasehatnya tidak efektif hendaknya suami berpisah tempat tidur dengan isterinya. Jika sudah dipisahkan tidurnya juga tidak bermanfaat, maka suami dibolehkan untuk memukul isterinya, namun dengan cara yang tidak membahayakan.

Tiga rangkaian perbuatan itu dimaksudkan untuk memberi pelajaran kepada isteri agar menghentikan perbuatannya, sebab durhaka kepada suami sama saja durhaka kepada Allah. Suami yang tidak menjalankan tuntunan tersebut juga akan menuai dosa yang dilakukan oleh isterinya yang perbuatan maksiatnya dibiarkan olehnya.

“Dan wanita2 yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya” (QS. An Nisaa : 34).

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674

Suami buruk tidak cemburu pada isteri yang maksiat

“Tiga hal yang telah Allah haramkan baginya surga : orang yang ketagihan arak, durhaka kepada ibu bapak dan Si Dayus (ad-Dayyuts) yang membiarkan maksiat dilakukan oleh keluarganya” (HR. Ahmad).

Ada seorang suami yang membiarkan isterinya menampakkan aurat ketika keluar rumah, dan membiarkannya berbaur dengan lelaki2 lain. Dia tidak memiliki kecemburuan terhadap perilaku isterinya bahkan membiarkan kemolekan dan keindahan tubuh isterinya dipertontonkan atau ‘dinikmati’ oleh banyak lelaki.

Ada suami yang bangga karena memiliki isteri yang cantik alami ataupun karena pandai bersolek, namun kecantikannya dipertontonkan kepada lelaki yang bukan mahramnya. Dia tidak merasa cemburu kendati kecantikan dan keelokkan wajah isterinya ‘dinikmati’ oleh banyak lelaki dengan penuh syahwat.

Suami yang baik tentu akan keberatan kalau kemolekan tubuh dan kecantikan wajah isterinya bukan hanya untuk dirinya saja. Kedudukan wanita di mata Islam sangatlah mulia, sehingga keindahan tubuh dan keelokan wajahnya hanya diperuntukkan bagi suaminya dan tidak sedikitpun untuk lelaki lain yang sama sekali tidak berhak ‘menikmatinya’.

Seorang suami yang tidak cemburu terhadap isterinya yang berperilaku maksiat seperti hal2 tersebut di atas disebut Ad-Dayyuts (dayus). Orang yang dayus sangat dibenci Allah sehingga Allah tak mau melihatnya pada hari kiamat dan diharamkan baginya surga.

“Wahai orang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan2 bakarannya manusia dan batu (berhala); neraka itu dijaga dan dikawal oleh Para Malaikat yang keras kasar (layanannya); mereka tidak durhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan” (QS. At Tahrim : 6)

Mohon tulisan ini di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674

Cerita akhir pekan : Tubuh si cantik calon penghuni neraka

Cerita akhir pekan : Tubuh si cantik calon penghuni neraka

Malaikat penjaga neraka bertanya kepada wanita2 calon penghuni neraka, “Mengapa kalian didatangi orang2 yang bermuka sangat buruk padahal semasa hidup kalian adalah wanita2 yang cantik?”

Wanita yang kepalanya hancur berkata, “Kami telah membenturkan kepala kami pada batu, setiap kali kepala kami pecah, kemudian kembali seperti semula dan kami terus melakukannya karena semasa hidup, kami berat untuk menunaikan sholat fardhu”.

Wanita yang wajah dan dadanya tercabik berkata “Semasa hidup kami suka ghibah dan menghinakan orang sehingga kami mencabik-cabik wajah dan dada kami sendiri dengan kuku tembaga”.

Wanita yang mulutnya robek berkata, “Semasa hidup kami suka berdusta dan kedustaan kami dinukil orang lain dan tersebar luas, maka mulut kami dirobek”.

Wanita yang badannya tercabik-cabik berkata, “Kami tak henti2nya dilecut dengan cambuk ekor sapi yang terbuat dari api neraka, karena semasa hidup kami memakai pakaian tapi seperti telanjang dan bersolek untuk memperdaya laki2″.

Wanita yang payudaranya tercabik berkata, “Payudara kami dicabik-cabik oleh ular yang ganas karena semasa hidup kami tidak mau menyusui anak tanpa alasan”.

Wanita yang badannya hangus berkata, “Kami disiksa dalam tanur yang sangat panas karena semasa hidup suka berzina”.

“Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata, ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Tulisan ini harap di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda…

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wihart
PIN BB 2812A674
:)

Isteri menolak bersetubuh

“Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si isteri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.” (HR. Bukhari).

Suami dan isteri sejatinya sama2 membutuhkan hubungan badan, bersenggama atau bersetubuh, namun seorang pria lebih besar kebutuhannya dibandingkan dengan seorang wanita sedangkan wanita kebanyakan hanya memandangnya sebagai kewajiban. Seorang pria membutuhkan pengakuan, apresiasi dan eskpresi dari seorang wanita dalam hubungan suami isteri.

Dalam persetubuhan, seorang pria mendapatkan pengakuan, mendapatkan apresiasi dan ekspresi dari wanita sehingga betapa tersiksanya seorang pria yang tidak mendapatkan apa yang dibutuhkannya itu karena penolakan isterinya. Pantaslah kalau seorang suami marah kepada isterinya karena mengetahui bahwa isterinya tidak sedang berhalangan untuk melakukan hubungan suami isteri.

Seorang isteri dibolehkan menolak hasrat suaminya untuk bersetubuh jika sedang haid, nifas, i’tikaf, puasa wajib, dhihar, sakit yang membahayakan, alat kelamin suami terlalu besar atau terkena najis. Jika tidak ada halangan2 yang dibenarkan oleh syariat agama, maka penolakan isteri terhadap ajakan suami untuk bersetubuh akan mendapatkan kutukan dari malaikat.

Allah berfirman, “Gaulilah para wanita kalian dengan cara yang baik” (QS. An-Nisa’ : 19).

Harap di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674