Ijin untuk menikahi gadis

Ijin untuk menikahi gadis…

Menikah dengan restu orang tua adalah harapan setiap calon pengantin, terlebih lagi bagi calon mempelai wanita. Berbahagialah sepasang calon pengantin yang pasangannya adalah sosok yang dicintainya sekaligus direstui kedua orang tuanya.

Meski demikian, pernikahan yang dipaksakan seperti peristiwa jaman Siti Nurbaya bisa saja terjadi pada calon pengantin. Calon suami tidak disukai oleh calon mertuanya atau sebaliknya, calon isteri yang tidak disukai oleh orang tua calon suaminya. Bila ini terjadi, maka kawin paksa atau pernikahan yang tidak disukai salah satu atau kedua mempelai dapat saja menjadi nyata.

Islam membawa risalah kepada pasangan yang akan memasuki jenjang pernikahan dengan diberikannya hak kepada calon mempelai wanita untuk memberikan ijin atau menolak pernikahan itu. Seorang gadis yang hendak dinikahkan orang tuanya harus dimintai ijinnya dan jika gadis itu tidak menerima maka pernikahan itu haram dilakukan. Jika seorang ayah atau wali lainnya memaksakan pernikahan itu dilakukan maka pernikahannya juga dapat dibatalkan.

Syekh Ibnu Utsaimin berkata, “Pemaksaan orang tua kepada anak wanitanya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak ingin dia menikah dengannya adalah haram. Dan kalau haram, berarti tidak sah dan tidak dapat dilaksanakan walaupun ada pemaksaan dari pihak orang tua.

“Dari Ibnu Abbas ia berkata, seorang gadis mendatangi Nabi SAW dia menceritakan bahwa ayahnya menikahkannya sedangkan dirinya tidak menyukainya. Maka Nabi SAW memberikan pilihan kepadanya (menerima atau menolaknya)” (HR. Abu Dawud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>