Ijin untuk menikahi janda

Ijin untuk menikahi janda…

Islam membawa risalah kepada pasangan yang akan memasuki jenjang pernikahan dengan diberikannya hak kepada calon mempelai wanita untuk memberikan ijin atau menolak pernikahan itu. Terlebih lagi bagi seorang janda, maka dirinya lebih berhak mengambil keputusan untuk menerima atau menolak pernikahan itu dibanding orang tuanya.

Namun, kalau pernikahan paksa tersebut tidak ditentang oleh pihak wanita atau wanita tersebut rela menikah walau dikawinkan secara paksa maka menurut fatwa Syekh Ibnu Ibrahim hak untuk meminta pembatalan (akad nikah) telah gugur. Kalau permintaan pembatalkan perkawinan atau akad nikah telah gugur, maka lelaki yang telah menikahinya itu telah sah secara agama menjadi suaminya.

“Dari Khonsa binti Khazam Al-Anshori, bahwa ayahnya menikahkannya saat dia sedang menjanda, sedangkan dia tidak menyukainya. Kemudian dia mendatangi Rasulullah SAW maka nikahnya ditolak. (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>