Memiliki calon isteri non muslim

Memiliki calon isteri non muslim…

Dewasa ini banyak pria muslim yang memiliki pacar bahkan isteri dari kalangan non muslim, demikian pula dengan wanita muslim yang juga memiliki pacar atau suami non muslim. Mereka menganggap boleh2 saja punya kekasih atau pasangan hidup beda agama karena UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan adanya perkawinan campuran yang disebutnya sebagai perkawinan antara dua orang di Indonesia yang tunduk pada hukum yang berlainan (pasal 57). Pasal ini sering dijadikan dalil untuk melakukan perkawinan beda agama, padahal perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing2 agama dan kepercayaannya (pasal 2).

Di dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 221 jelas ada larangan untuk menikahi wanita non muslim sebelum mereka beriman. Meskipun mereka cantik jelita dan sangat menarik hati, namun di sisi Allah wanita2 ini jauh lebih buruk daripada budak wanita yang buruk rupa. Wanita2 non muslim akan mengajaknya ke neraka sedangkan wanita2 muslimah meskipun buruk rupa akan mengajaknya ke surga, demikian penegasan Allah dalam firman-Nya.

Dengan demikian, bagi mereka yang memiliki calon isteri non muslim dan tidak dapat lagi memilih selainnya ajaklah menjadi mualaf kemudian berikan pendikan agama agar menjadi isteri shalehah. Bagi mereka yang sudah memiliki isteri non muslim, ajaklah sang isteri bertaubat dan perbarui pernikahan karena pernikahan di luar syariat Islam sesungguhnya adalah perzinaan. Pasangan yang shalehah in syaa Allah akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

“Dari Nafi, sesungguhnya, Ibnu Umar ketika ditanya tentang menikahi wanita Nasrani dan Yahudi ia menjawab, ‘sesungguhnya Allah mengharamkan wanita musyrikah terhadap seorang pria mukmin. Dan aku tidak tahu sesuatu pun dari kemusyrikan yang lebih besar dosanya daripada seorang wanita yang berkata bahwa tuhannya adalah Isa, padahal ia adalah seorang hamba dari hamba2 Allah” (HR. Bukhari).

“Dan janganlah kamu menikahi wanita2 musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik harimu. Janganlah kamu menikahi orang2 musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang2 musyrik walaupun dia menarik harimu. Mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan ijin-Nya” (QS. Al Baqarah : 221).

“Laki2 yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki2 yang berzina atau musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang2 yang mukmin” (QS. An Nur : 3).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>