Menikahi wanita ahlul kitab

Menikahi wanita ahlul kitab….

Sebagian ulama membolehkan pria muslim menjadikan wanita ahlul kitab sebagai isterinya, terutama ahlul kitab yang tidak musyrik dan menjaga kehormatan dirinya. Pria2 muslim banyak yang menganggap bahwa wanita2 non muslim itu adalah ahlul kitab, sehingga mereka banyak yang memiliki kekasih non muslim bahkan menjadikan wanita non muslim itu sebagai isterinya.

Di dalam kitab suci Al Qur’an surat Al Maidah ayat 5, Allah menghalalkan wanita ahlul kitab untuk dinikahi, namun bukan wanita ahlul kitab yang musyrik dan menjaga kehormatan dirinya. Wanita2 non muslim masa kini bukanlah ahli kitab seperti yang dimaksud dalam ayat tersebut sehingga mereka haram untuk dinikahi. Mereka adalah wanita musyrik, menyekutukan Allah dan memiliki sesembahan selain Allah. Mereka juga banyak yang tidak menjaga kehormatan dirinya dengan mempertontonkan aurat yang seharusnya ditutup oleh  hijab.

Wanita ahlul kitab yang boleh dinikahi adalah wanita2 yang menjaga kehormatan dirinya (muhsonat) dan tidak musyrik, seperti yang terjadi pada jaman sahabat. Karenanya, banyak sahabat Rasulullah SAW seperti Utsman, Thalhah, Ibnu Abbas, Jabir dan Hudzaifah yang membolehkan menikahi wanita Ahlul Kitab. Menurut ulama Syafi’iyah, ada 3 ahlul kitab yang boleh dinikahi, yaitu wanita keturunan Nabi Yakub AS, wanita beragama Yahudi dan Nasrani sebelum ada penyelewengan Taurat dan Injil serta wanita non muslim yang lahir setelah ada penyelewengan namun tetap melaksanakan ajaran2nya yang hak2 saja.

Ulama Hanafiyah mengharamkan pria muslim menikahi ahlul kitab karena akan menimbulkan fitnah, mempengaruhi anak mereka dan meninggalkan wanita muslimah. Sebagian ulama Malikiyah ada yang menilai makruh, namun ada yang membolehkan, namun pria muslim yang bermaksud menikahi wanita ahlul tersebut harus memiliki akidah yang kokoh.

“Nasrani Arab bukan termasuk ahli kitab. Tak halal bagi kami sembelihan mereka, maka aku akan meninggalkan mereka sampai mereka masuk Islam” (Umar bin Khattab)

“… Dan dihalalkan mengawini wanita2 yang menjaga kehormatan diantara orang2yang diberi al-Kitab sebelum kamu” (QS. Al-Maaidah/5 : 5).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>