Solusi untuk isteri yang tidak diberi nafkah

Solusi untuk isteri yang tidak diberi nafkah…

 

Suami wajib memberikan nafkah lahir dan batin tehadap istri dan anak2nya, sementara isteri mempunyai kewajiban untuk taat kepada suami. Jika suami dengan sengaja mendzalimi isteri dan anaknya dengan tidak memberinya nafkah, maka idia berdosa karena telah melalaikan kewajibannya sebagai seorang suami dan ayah bagi anak2nya.

 

Jika suami yang tidak memberikan nafkah itu memiliki harta yang tampak maka dibolehkan bagi istrinya untuk mengambil nafkah yang menjadi haknya itu dengan sepengetahuan suami atau tanpa sepengetahuan suami. Sang isteri tidak berhak untuk menuntut perceraian karena dimungkinkan baginya untuk mendapatkan nafkahnya itu tanpa perlu perpisahan.

 

Jika suami yang tidak memenuhi kewajiban tersebut tampak memiliki harta dan dapat diambil karena dekat, maka tidak diperbolehkan adanya perceraian oleh hakim Pengadilan Agama. Jika suami yang tidak memenuhi kewajiban tersebut memiliki harta yang jauh, namun hakim berhasil mendatangkannya untuk isteri, maka isteri tidak ada hak menuntut perceraian.

 

Jika suami yang menahan nafkahnya itu tidak diketahui dalam keadaan kaya atau miskin, maka tidak boleh ada pemisahan karena penyebab untuk dilakukan perceraian tidak terwujud. Sebaliknya, jika suami diketahui tidak memiliki harta yang cukup (miskin), hartanya tidak diketahui keberadaannya atau suaminya menghilangkan hartanya maka isteri dapat mengangkat permasalahan ini kepada hakim untuk menuntut perpisahan dari suaminya.

 

Jika isteri gagal mendapatkan nafkah karena suaminya miskin, hartanya tidak diketahui keberadaannya atau suaminya menghilangkan hartanya maka isteri dapat menggugat perceraian. Sang isteri juga dapat mengajukan gugatan perceraian karena suami tidak memenuhi salah satu poin dalam shighat takliq yang telah diucapkannya di depan petugas KUA.

 

“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang2 yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya” (HR. Muslim).

 

“…dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.” (QS. Al Baqarah: 233).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>