Suami buruk suka mencari kekurangan isterinya

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya” (HR. Muslim).

Banyak sekali seorang suami yang sibuk bekerja dan berwirausaha di luar rumah dan pulang ke rumah sudah larut malam. Dia mendapati anak2 dan isterinya sudah tertidur pulas. Tak ada kata2 sambutan dan tak ada seulas senyum pelepas lelah untuknya, apa lagi secangkir minuman hangat setibanya dia di rumah.

Sang isteri dan anak2 barangkali tidak bekerja mencari nafkah seperti sang kepala keluarga, namun pekerjaan isteri dalam rumah tangga dan pekerjaan anak2 dari tempat belajarnya juga tidak kalah melelahkan, maka hendaknya dimaklumi. Untuk para suami yang isterinya bekerja atau berwirausaha harus lebih memaklumi keadaannya yang tentunya semakin banyak kekurangannya dalam menjalankan fungsinya sebagai isteri yang baik.

Sang suami semestinya dapat memahami keadaan isteri dan anak2nya dan tidak serta merta mencela kekurangan isteri dan anak2nya tersebut. Aturlah pekerjaan di rumah sehingga isteri bisa melayani suaminya yang waktunya lebih banyak berada di luar rumah. Buatlah kesepakatan dengan isteri yang sama2 bekerja atau berwirausaha agar tercipta kebersamaan yang lebih berkualitas dan intim di dalam maupun di luar rumah, termasuk kemungkinan sang isteri meninggalkan aktivitasnya itu karena sang suami lah yang sesungguhnya berkewajiban untuk mencari nafkah.

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. Annisa : 28).

Mohon tulisan ini di share kembali, insya Allah berbuah pahala bagi anda….

Wassalamualaikum,
Mulyo Wiharto
http://facebook.com/mulyo.wiharto
PIN BB 2812A674
*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>