Surga Jalal bagi orang yang bertaubat dan bersyukur

Surga Jalal bagi orang yang bertaubat dan bersyukur…..

“Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seorang hamba selama ruhnya (nyawanya) belum di

tenggorokan” (HR. At Tirmidzi)

Jiwa (nafs) adalah fitrah setiap manusia yang diciptakan dengan dua potensi yang seimbang yakni

keinginan yang baik dan keinginan buruk. Jika manusia dihadapkan pada pilihan yang baik atau

buruk, ia lebih tertarik melakukan pilihan yang buruk karena nafs cenderung kepada yang buruk.

Seseorang yang memperturutkan nafsu akan menilai korupsi lebih menantang daripada kejujuran,

tidur lebih asyik daripada sholat malam, pilihan buruk lebih menarik daripada pilihan baik.

Bertaubatlah dan minta ampunlah kepada Allah sebab jika nafsu tersebut dibiarkan, maka manusia

akan menjadi buas seperti hewan.

Orang yang dapat mengendalikan nafsu akan lahir sebagai manusia berakhlak mulia dan jaminan

baginya adalah Surga Jalal (Darul Muqomah). Seorang ahli surga Jalal akan segera memohon

ampunan bila melakukan kesalahan dan senantiasa bersyukur dapat menegakkan kebenaran.

Pengendalian nafsu yang paling mudah adalah menggunakan kesadaran dan hati nurani sebagai

cermin. Kalau kita tidak suka diperlakukan buruk, jangan memperlakukan buruk orang lain dan kalau

kita sakit hati dicerca orang jangan mencerca orang lain.

Jika cara ini tak berhasil maka lakukanlah puasa yang membuat tenaga menjadi lemah sehingga

mengurangi keinginan berbuaat buruk dan memilih berbuat yang baik2 saja. Puasa membuat mulut

kering sehingga mengurangi perkataan2 yang tak berguna (laghwu) dan perkataan2 lain yang dibenci

Allah dan Rasul-Nya.

“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.

Sesungguhnya Tuhan kami benar2 Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan

kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan

tiada pula merasa lesu ” (QS. Fathir : 34-35).

Para sobat, mohon kiranya tulisan di atas di share kembali kepada teman, sahabat, saudara, grup

diskusi BB, facebook, SMS, dsb karena Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengajak orang

pada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya

tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR. Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>