Ta’aruf dan pacaran

Ta’aruf dan pacaran….

Melihat calon isteri atau calon suami dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan hal ini dapat dilakukan dengan cara ta’aruf yang bertujuan untuk mengenal karakter calon pasangan hidup kita. Ta’aruf bukanlah untuk having fun together sehingga tidak boleh pergi berduaan saja tanpa ditemani oleh mahram atau keluarga pihak perempuan. Kita tidak tahu apa yang bisa dan mungkin terjadi ketika sedang berduaan saja dengan calon pasangan hidup kita karena syaithan akan selalu membujuk untuk berbuat dosa.

Ta’aruf berbeda dengan pacaran meskipun ada sedikit kemiripan tergantung tujuannya. Kalau pacaran hanya sekedar untuk menjalin hubungan kasih dua sejoli untuk having fun dan menjurus pada kemaksiatan, maka hal itu tidak diperbolehkan sama sekali. Kalau pacaran bertujuan untuk melihat atau mengenal calon pendamping lebih jauh dengan batasan2 yang tetap dijaga, maka boleh2 saja dilakukan karena hal ini sesuai dengan makna ta’aruf.

Ketentuan-ketentuan dalam ta’aruf tetap berlaku meskipun keduanya sudah dalam proses menuju pernikahan, sudah bertunangan (khitbah) atau bahkan sudah dilamar sekalipun. Selama pernikahan belum terlaksana tetaplah belum menjadi mahram dan tidak seharusnya bepergian berdua saja tanpa ditemani oleh mahram atau keluarga pihak perempuan.

“Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang menikahi seorang wanita, ‘Sudahkah kamu melihatnya?’. Dia menjawab, ‘Belum’ Nabi SAW bersabda, ‘Pergilah dan lihatlah” (HR. Muslim).

“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (QS. An Nur : 30).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>