Tata cara menikah

Tata cara menikah….

 

Setelah memastikan calon isteri yang menjadi pilihannya, maka disunnahkan untuk mengajukan pinangan secara terang2an atau dengan sindiran. Pada saat meminang ini dapat dibicarakan banyak hal, antara lain mahar, pesta dan sebagainya. Pinangan dapat dilakukan setelah memastikan bahwa gadis tersebut belum dipinang orang lain atau sudah dipinang orang lain namun telah ditolaknya. Untuk seorang janda, pinangan dilakukan setelah melewati masa iddah.

 

Pernikahan hukum asalnya adalah jais (boleh), namun.menjadi wajib jika sudah mempunyai kemampuan memberi nafkah atau cukup belanja dan takut tergoda untuk berbuat zina. Nikah dapat menjadi sunnah jika ada kehendak dan cukup memiliki belanja, menjadi makruh jika tidak mampu memberikan nafkah yang cukup dan menjadi haram jika mempunyai niat buruk misalnya ingin menyakitinya.

 

Rukun nikah ada 3 yakni sghat atau aqad, yaitu perkataan pihak wali perempuan untuk menikahkan dan jawaban mempelai lelaki menerima pernikahan tersebut. Selain sighat, wali pihak perempuan dan dua orang lelaki sebagai saksi termasuk rukun nikah.

 

“Takutlah kepada Allah dalam urusan perempuan, sesungguhnya kamu ambil mereka dengan kepercayaan Allah dan kamu halalkan mereka dengan kalimat Allah” (HR. Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>