Waspada dalam ta’aruf

Waspada dalam ta’aruf….

Ketika sedang mengadakan pertemuan dalam rangka ta’aruf atau pacaran, selain ditemani oleh mahram dari pihak perempuan, hendaknya juga menghindari perbuatan2 yang menjurus pada perbuatan zina atau maksiat. Zina mata dilakukan dengan melihat, zina lidah dengan bicara, zina hati dengan keinginan dan zina farji dengan bersetubuh tanpa ikatan pernikahan.

Kemolekan tubuh calon pasangan hidupnya seringkali membuat seseorang begitu terpesona sehingga tak mau melepaskan pandangannya itu walau sedikit pun. Ketika bibir mulai bicara, segala hal rasanya ingin diungkapkan, dari topik yang ringan sampai topic yang berat, dan dari topik yang sopan sampai topik yang vulgar seperti urusan syahwat.

Kalau sudah asyik bicara urusan syahwat maka tidak mustahil akan melahirkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan calon pasangan hidupnya itu. Inilah yang disebut dengan zina hati yang berasal dari zina lidah dan diawali dengan zina mata.

Ketika sudah timbul keinginan, maka tangan mulai meraba, lengan mulai memeluk pasangannya, bibir mulai mencium atau lebih jauh lagi dengan melakukan oral sex. Puncaknya, dari sekedar melakukan petting, ujung2nya akan melakukan penetrasi kedalam farji pasangannya alias melakukan persetubuhan haram yang dilaknat oleh oleh Allah.

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>